Wisata Budaya Loji Gandrung Solo

Posted on

Loji Gandrung saat ini telah difungsikan sebagai kediaman Wali Kota Solo, selain menjadi tempat tinggal Wali Kota, loji gandrung juga berfungsi sebagai tempat penerimaan tamu tamu penting. Bangunan Loji Gandrung ini kisah sejarahnya sangat menarik, karena terdapat ruangan khusus bernama Soekarno. Ruangan itu dinamai Soekarno karena presiden pertama Republik Indonesia menginap di Loji Gandrung selama berkunjung di Solo.

loji gandrung solo

Sejarah Loji Gandrung Solo

Loji Gandrung Solo didirikan pada tanggal 28 Oktober 1890 oleh Kanjeng Adipati Sosroningrat IV, pepatih dalem pada masa pemerintahan Pakubuwono IX dan Pakubuwono X.  Loji Gandrung Merupakan museum terlengkap dan terbaik pada jamannya.  Pernah dipimpin oleh Pujangga legendaris RMT  Ronggowarsito dan Ki Padmosusatro.Radya Pustaka merupakan museum tertua di Indonesia.

Dahulu Loji Gandrung milik seorang pengusaha perkebunan asal Belanda Johanes Agustinus Dezentje yang beristrikan kerabat raja yaitu Raden Ayu Tjokrokoesoemo. Konon nama Loji Gandrung diambil dari nama Lojia yang berarti sebutan untuk rumah besar. dan Gandrunga sebutan orang jawa untuk sebuah pesta dansa atau ramah tamah.

Saat di tempati pejabat -pejabat  kolonial sering digunakan sebagai tempat  pesta dan dansa – dansi. Pakubuwono X juga  sering diundang  ke Loji untuk sekedar ramah tamah dengan para pejabat kolonial dan berdansa.  Disinilah Sunan Pakubuwono X mampu berperilaku mewakili dua budaya yang berbeda. Ketika berada di dalam Keraton, Sunan Pakubuwono X mewaki li interpretasi budaya timur yang kental akan nuansa kerajaan Jawa, sedangkan bila ada di Loji Gandrung,  Sunan melakukan apa yang dilakukan orang- orang Barat kebanyakan seperti berpesta dansa. Yang unik dari Loji Gandrung sendiri adalah keberadaan bejgebouw, sejenis paviliun yang berada di sisi kanan dan kiri Loji Gandrung. Setiap sisi mempunyai fungsi berbeda.

Bejgebouw sebelah barat berfungsi sebagai tempat mengurus masalah pemerintahan sedangkan yang sebelah timur berfungsi untuk ruang keluarga.  Loji Gandrung menjadi tempat bersejarah tatkala Jenderal Gatot Subroto mengadakan rapat untuk menyerang Belanda yang membonceng NICA pada tahun 1948- 1949. Peristiwa bersejarah tadi diabadikan dalam bentuk patung Jenderal Gatot Subroto yang berada di halaman depan Loji Gandrung. Bahkan sebelumnya, Loji Gandrung juga pernah digunakan sebagai markas Militer Brigade V Letkol. Slamet Riyadi.

Pembangunan Musium ini Awalnya berada di salah satu ruang di kediaman KRA Sosrodiningrat IV di Kepatihan yang bernama Panti Wobowo. Kemudian atas prakarsa Paku Buwana X, museum lantas dipindahkan ke Loji Kadipolo pada tanggal 1 Januari 1913 hingga sekarang. Kala itu gedung museum merupakan rumah kediaman seorang warga Belanda bernama Johannes Busselaar yang kemudian Gedung ini tanahnya dibeli oleh Sri Susuhunan Paku Buwana X   senilai 65 Ribu Gulden Belanda dengan akta notaris 13/VII tahun 1877 nomor 10 tanah   eigendom. Tampilan bangunan merupakan wujud arsitektur barat  (kolonial)  dan lokal.

Mengunjungi Wisata Budaya Loji Gandrung Solo

Saat anda mengunjungi Loji Gandrung, akan melewati Gerbang masuk Loji Gandrung Solo yang dirambati tanaman rimbun, menutup rangka lengkungnya. Papan tengaranya berbunyi: “Rumah Dinas Walikota Surakarta Loji Gandrung”. Jalur pedestrian di depan loji merupakan kebanggaan warga Solo yang disebut Solo City Walk, membentang mulai Purwosari sampai Pasar Gede, dengan taman dan tempat duduk nyaman. Jalur Pejalan kaki lebar teduh nyaman full wifi seperti inilah yang membuat sebuah kota menjadi terasa berbudaya, bukan jalur lebar untuk mobil dan motor.

Memasuki are Loji Gandrung Solo disambut patung Jenderal Gator Subroto. Patung Gatot Subroto di tempatkan di tengah kolam air mancur, sebagai Cagar Budaya, serta prasasti peresmian patung yang ditandatangani Jenderal Widodo pada 2 Oktober 1978. Pada 1797 – 1839. Patung tersubut memang sangat bersejarah untuk tempat ini, karena tempat ini pernah menjadi Markas Brigade V Slamet Riyadi, dengan Gubernur Militer Gatot Subroto. Di tempat ini Gatot Soebroto melakukan pertemuan guna menyusun taktik menghadapi Belanda yang datang dengan membonceng NICA setelah Jepang menyerah.

Lokasi Loji Gandrung Solo

Lokasinya di Jl. Slamet Riyadi No. 261 yang berada di pusat kota Solo. Tidak sulit untuk menemukan tempat ini dengan ciri khasnya yaitu patung Jendral Gatot Subroto yang berdiri gagah di halaman depan loji gandrung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *